Senin, 14 April 2014

Sahabat Lama, SBY Bakal Dukung Prabowo?

PANTAU RIAU JAKARTA- Dalam rangka menjalin koalisi menuju Pilpres 2014, capres Gerindra Prabowo Subianto akan bertemu langsung dengan Ketum PD SBY. Akankah SBY mendukung Prabowo meneruskan tugasnya menjadi presiden RI?

"Mereka kans udah lama bersahabat, bergaul sejak zaman mereka di Akabri dulu. Walaupun di politik biasa tentunya ada kompetisi," kata Waketum Gerindra Fadli Zon, dikutip dari detikcom, Selasa (15/4/2014).

Rencananya pertemuan Prabowo-SBY akan digelar segera. SBY dan Prabowo tercatat beberapa kali bertemu dalam dua tahun terakhir ini, membahas persoalan politik.

Menurut Fadli, posisi Gerindra selama ini juga objektif terhadap pemerintah. Tidak mentang-mentang oposisi selalu menyalahkan pemerintah.

"Gerindra tidak ada di pemerintahan tetapi kami juga konsisten. Kalau pro rakyat kita dukung," katanya.

Mungkin karena posisi Gerindra ini SBY cenderung mengarahkan koalisi PD ke partai berlambang burung garuda itu. Namun Fadli tak ingin buru-buru menyimpulkan.

"Komunikasi kita berjalan dengan baik. Sejak tahun lalu kita sudah beberapa kali ketemu Pak SBY," kata Fadli.


Laporan (PR/DTK.COM)

Caleg Gagal Mulai Terlihat Stres

PANTAU RIAU PEKAN BARU-Usai Pemilu Legislatif, banyak calon legislator stres karena gagal terpilih. Komisi Pemilihan Umum pun angkat bicara terkait fenomena ini karena semestinya sebagai caleg, mereka harus memiliki mental kuat kalau gagal terpilih.

Komisioner KPU Sigit Pamungkas menyebut kalau caleg stres karena gagal terpilih lebih disebabkan kurang dewasanya mereka menerima kekalahan. Seharusnya, menurut dia, para caleg ini sadar Pemilu adalah seperti kompetisi yang melahirkan pemenang dan kalah. "Sebagai calon wakil rakyat, mereka harusnya bisa dewasa. Kedewasaan mereka berkurang," kata Sigit di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Senin (14/4).

Dia pun menyindir kelakuan para caleg yang melakukan segala cara demi meraih kursinya di kekuasaan legislatif seperti menghalalkan money politics. Hampir setiap Pemilu, upaya money politics masih menjadi andalan yang dipakai para politikus agar suaranya aman.

Kalau ini terjadi, menurut Sigit yang ada malah beban pikiran caleg yaitu semakin meningkat karena berisiko terserang gangguan kejiwaan saat suaranya tidak cukup untuk lolos. "Kalau money politics tidak ada, ya sisi negatif dari Pemilu ini (caleg stres) tidak perlu terjadi," ungkapnya.

Dia mengakui tingkat kompetisi yang tinggi seperti Pemilu juga membutuhkan pembiayaan yang besar. Meskipun ada peraturan pengeluaran yang diatur KPU, tetap saja para caleg masih ingin melakukan money politics.

"Ya, ini kan sebagai akibat pembiayaan tekanan psikologis dan yang berlebihan dilakukan para caleg. Kalau tidak kuat dan gagal ya itu lah yang terjadi," ujar pria kelahiran Sragen, 04 April 1976 tersebut.

Laporan (pr/r24)

Selasa, 08 April 2014

Polisi Tewas Dikeroyok Warga Setelah Tabrak 3 Anak, Mobilnya Dibakar

PANTAU RIAU JAYAPURA- Anggota Polres Kota Jayapura, Briptu Hery Diarjo, menabrak tiga anak kecil di Kabupaten Keerom Papua. Ia dikeroyok warga hingga tewas.

Korban mengembuskan napas terakhir karena menderita luka cukup parah. Ada luka bacokan di lehernya. 

Kejadian berawal saat korban melintas dengan menggunakan mobil Taft di Jalan Cempaka Arso 1 Kampung Sanggaria, Kabupaten Keerom, sekitar pukul 16.30 WIT, Selasa (8/4/2014). Tak diketahui sebabnya, korban menabrak 3 anak, yakni Alimin (10), Mey (8) dan Kristianus (4).

Kapolres Keerom AKBP Pasero mengatakan, Alimin meninggal di tempat, sedangkan dua anak lainnya
dalam kondisi kritis dan kini dirawat di RSUD Keerom. Usai kejadian, warga mengamuk. Korban dikeroyok.

"Mobil (korban) masuk parit dan dibakar warga setempat," kata Pasero. 

Jenazah korban sudah berada di RS Bhayangkara, Kota Jayapura, Papua. Menurut Pasero, situasi di lokasi kejadian kondusif. Aktivitas warga sudah berjalan normal kembali.

Jarak Keerom dengan Kota Jayapura sekitar 60 kilometer dan dapat ditempuh melalui darat selama 1 hingga 1,5 jam. Korban yang bertugas di Polres Jayapura Kota, biasa pergi pulang ke Arso, Keerom, karena orang tua tinggal di daerah tersebut. 

Laporan (PR/DTK NEWS)

Presiden Ajak Sukseskan BPJS Ketenagakerjaan Tahun Depan

Jakarta- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak semua pihak untuk turut menyukseskan jaminan sosial ketenagakerjaan, sebagaimana pelaksanaan jaminan sosial kesehatan melalui BPJS Kesehatan. BPJS Ketenagakerjaan ini akan diberlakukan mulai tahun depan.

"Pada 1 Januari lalu telah diberlakukan BPJS Kesehatan, namun karena baru 4 bulan masih ada kekurangan, tapi umumnya sudah baik. Kita akan sempurnakan termasuk meningkatkan insentif dokter dan tenaga medis," kata Presiden SBY dalam sambutan peresmian Rumah Sakit Umum Pekerja di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung-Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (8/4) pagi.

Untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, ujar Presiden SBY, pemerintah juga membebaskan dari kewajiban membayar pajak bagi pekerja dengan pendapatan di bawah Rp 2 juta. Selama ini, pekerja dengan penghasilan mulai dari Rp 1,3 juta terkena pajak penghasilan. "Itu tidak adil. Oleh karena itu, yang dikenakan pajak hanyalah pekerja dengan penghasilan di atas Rp 2 juta," Presiden menambahkan.

Selain itu, pemerintah akan terus membangun fasilitas kesehatan, seperti RSU Pekerja di Cakung-Cilincing ini. Kemudian, mulai tahun depan juga akan diberlakukan BPJS Ketenagakerjaan, meskipun saat ini sudah ada Jamsostek. Presiden juga berpesan kepada BUMN, selain mengalokasikan dana tanggung jawab sosialnya atau CSR untuk pendidikan, hendaknya juga dialokasikan untuk kepentingan pekerja.

"BUMN, kan, punya CSR. Pesan saya kepada BUMN, alokasikan CSR untuk kepentingan pekerja kita. Dengan demikian semua dapat kita bantu," SBY menegaskan. 

Presiden juga kembali menegaskan bahwa era upah buruh murah sudah usai. Sesuai kebijakan dalam dunia industri dan tenaga kerja, kenaikan upah pekerja yang layak harus dibicarakan lebih dulu antara pekerja dan perusahaan, dan harus sesuai dengan kemampuan keuangan perusahaan yang bersangkutan."Itulah kebijakan yang kita anut dalam dunia industri dan tenaga kerja," Presiden menandaskan. 

Di akhir sambutannya, Presiden SBY berharap Hari Buruh yang sudah ditetapkan menjadi hari libur nasional dapat digunakan sebagai ajang silaturahim antara dunia pekerja dan pemerintah dan dunia pekerja dengan perusahaan.

"Ke depan ekonomi kita harus semakin tumbuh, dengan demikian negara akan memiliki pendapatan nasional yang terus meningkat. Agar tenaga kerja makin produktif dan semangat, tingkatkanlah penghasilannya," ujar SBY

Pileg Diperkirakan Aman, Presiden Persilakan Warga Gunakan Hak Pilihnya

Jakarta: Dari hasil evaluasi yang dilakukan jajaran keamanan sampai H-1, Pemilihan Umum Legilatif (pileg) besok akan berjalan tertib dan aman. Bahkan lebih baik dibanding pileg-pileg sebelumnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan hal ini dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/4) sore. Keterangan pers diberikan seusai rapat terbatas kabinet membahas persiapan pengamanan pileg.

"Atmosfir di lapangan, saya kira rakyat juga merasakan, jauh lebih baik dibandingkan pemilu sebelumnya," ujar Presiden SBY.

Dalam rapat tersebut, Presiden SBY mendengarkan laporan dari pejabat terkait. Mereka adalah Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi, Kapolri Jenderal Sutarman, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

"Dalam pengamatan dan evaluasi yang dilaksanakan dengan pemerintah, suasananya jauh lebih baik dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Tidak ada korban jiwa, tidak ada benturan fisik antarparpol peserta pemilu," Presiden SBY menambahkan.

Kecelakaan lalu lintas massa parpol juga menurun drastis, pelanggaran pemilu menurun secara signifikan. Memang ada beberapa insiden di Aceh yang berangkat dari perbedaan atau kompetisi dari elemen-elemen partai lokal dan satu partai nasional di daerah itu.

Khusus untuk Aceh, SBY telah mengeluarkan instruksi untuk memberikan pengamanan khusus di Aceh. Pengamanan khusus juga dilakukan di wilayah rawan lainnya.

Jika dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya, lanjut Presiden, Indonesia benar-benar memasuki tahapan demokrasi yang lebih matang, Jika situasi ini dapat dijaga, insya Allah Indonesia akan setapak lagi memasuki era demokrasi yang mapan dan matang. Demokrasi yang terkonsolidasi.

"Kalau lima kali melaksanakan pemilu yang damai dan demokratik, maka Indonesia boleh berbangga dan bersyukur karena kita sudah menjadi negara berdemokrasi yang mapan dan matang," ujar SBY.

Besok, rakyat Indonesia akan kembali menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil rakyat di parlemen dan menjatuhkan pilihannya kepada parpol yang diyakini dapat membawa aspirasi dan suara mereka. "Selaku Kepala Negara, saya mengajak rakyat Indonesia untuk memastikan proses pemungutan suara berlangsung aman, tertib, dan lancar, juga adil dan bebas dari penyimpangan," Presiden menyeru.

Presiden mempersilakan setiap warga negara menggunakan hak pilihnya secara bebas, langsung, dan rahasia. Bebas dari perkara, intimidasi, dan paksaan dari pihak manapun. "Inilah hakikat dan ruh demokrasi, dan inilah nilai tertinggi dari sebuah pemilihan umum," Presiden menegaskan.

Mendampingi SBY saat memberikan keterangan, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menlu Marty Natalegawa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menkumham Amir Syamsudin, Menkominfo Tifatul Sembiring, Kepala BIN Marciano Norman, Jaksa Agung Basrif Arief, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Kapolri Jenderal Sutarman

Rabu, 02 April 2014

Kekurangan Logistik Pemilu " Rugikan Masyarakat Riau


PANTAU RIAU PEKAN BARU-Kekurangan logistik bilik dan kotak suara terjadi di kabupaten/kota di Riau. Tak tanggung-tanggung jumlah kekurangannya mencapai ribuan. 

Seperti di kota Pekanbaru kekurangan kotak suara mencapai 1.900 kotak suara, di Kampar kekurangan 50 kotak suara dan 1.164 bilik suara. Sementara di Rokan Hilir kurang 559 bilik suara dan 99 kotak suara serta di Bengkalis kekurangan 324 bilik suara.

Anggota KPU Provinsi Riau, Syafril Abdullah mengatakan, kekurangan kotak dan bilik suara tersebut sudah dilaporkan ke KPU Pusat.

"Untuk menutupi kekurangan tersebut KPU Pusat menjanjikan akan menambah sesuai kebutuhan. Namun hingga saat ini pengiriman dari KPU Pusat juga belum sampai," ujarnya. 

Jika dalam waktu beberapa hari tidak sampai, maka kekurangan tersebut terpaksa dilakukan KPU kabupaten/kota dengan mempergunakan kotak dan bilik suara lama.


Ditempat yang berbeda Hendri Sekretaris LMS Aliansi Masayrakat Peduli Untuk Hukum (AMPUH) ikut angkat bicara kepada Pantauriau.com Kamis (3/4) hal tersebut.

Menurutnya ' jika hal tersebut tetap terjadi maka sekelintir masyarakat tak ikut dalam pemilihan wakil untuk duduk di kursi parlement nantinya.

Seharusnya pemerintah Pusat maupun pemerintah Kota bijaksana untuk mencari solusi ' bukan malah diam diri..sebutnya.

Laporan (PR)

HUKRIM

PEKANBARU

EKONOMI

JAKARTA

ROHIL

WISATA

INTERNASIONAL